Langsung ke konten utama

JAIM (JAga IMan)

          Dizaman seperti ini kita harus benar-benar menjaga iman kita. Apa sih itu iman? Iman adalah Yakin, pembenaran yang pasti, sesuai dengan kenyataan atau fakta, yang muncul dari dalil atau bukti. Dan pasti artinya 100% kebenaran atau keyakinannya. Kepastian bersifat sempurna seperti 1+1=2 dan lain sebagainya.

Allah berfirman :
 اَلْحَقُّ مِنْ رَّ بِّكَ فَلاَ تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِ يْنَ
"Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu" {QS. Ali Imran : 60}

          Sesuai dengan fakta artinya hal yang diImani itu memang benar adanya, bukan diada-adakan. Contoh : kebenaran Allah sebagai pencipta, Kebenaran Al Qur'an dan lain-lain.
          Sedangkan muncul dari suatu dalil artinya keimanan tersebut mempunyai dalil tertentu. Jika tidak ada dalil maka tidak ada pembenaran yang bersifat pasti.
          Dalil dibagi menjadi 2 yaitu Aqli (melalui proses berfikir) dan Naqli (berdasarkan dalil Al Qur'an dan Hadits Rasulullah). Dan itu semua tergantung pada perkara yang dialaminya.
          Iman bulat 100% kepada Allah saja, tanpa pertimbangan untung rugi, menggapai surga atau menolak neraka, mengharap kebahagiaan atau menghindari penderitaan dan sesengsaraan. Akan tetapi untuk meraih ridho-Nya. 
          Kita harus menerima sesuatu baik ataupun buruk dengan sabar dan rasa syukur. Karena sesuatu yang baik menurut kita itu belum tentu baik menurut Allah, dan begitupun sebaliknya. Sayangnya, dizaman yang sekuler (memisahkan urusan agama dengan dunia) sudah banyak virus-virus yang mengotori keimanan kita. Salah satu contohnya yaitu 4F (Fun,Food,Fashion, dan Film). Dan kita harus menyaring ini semua dengan Islam. Agar remaja-remaja Islam tidak lagi terinfeksi virus atau terserang bakteri mematikan yaitu sekulerisme atau ide-ide nonislami lainya. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh bergaul tapi tetap diiringi dengan belajar Islam lebih dalam.
          Untuk menghadapi arus zaman serba boleh seperti ini, bekal kita tidak sulit. Bekal apa itu? JAIM, Iman kita harus bulat 100%, agar tidak keropos maka kita harus menjaga keimanan itu. Ibarat emas, adalah emas yang tidak mudah berkarat.

Komentar

  1. Terusin karie dan bakatmu, sehingga tak ad pnghlang laen yg kan mnghlang msukny ilmu2, dan kluarny ilmu2 demi jariyah kehidupan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Khianati Kartini

    Setiap tanggal 21, Kaum Wanita sibuk merayakan Hari Kartini. Mulai dari dandan menor yang identik dengan kebaya dan konde. Dari anak TK hingga orang dewasa, semuanya pada ngerayain Hari Kartini.     Terlepas dari busana khas Hari Kartini, seperti petikan suratnya : "Kami disini memohon diusahakan pengejaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki, dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cukup melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri kedalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama." [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]     Jadi, sebenarnya yang diperjuangkan Kartini agar kaum wanita tidak didiskriminasi dalam menuntut ilmu. Karena kartini yakin jika seorang ibu memiliki bekal ilmu yang cukup, maka akan mampu melahirkan generas...

Amal Terbaik

Apakah kalian pernah beramal? Pastinya pernah dong. Tapi apakah amal kalian sudah merupakan amal terbaik? ataukah belum? Amal terbaik seperti apa? Amal terbaik adalah amal yang dilakukan setiap muslim dimana amal tersebut harus memenuuhi 2 syarat, yaitu iklas dan benar. Ikhlas asalah amal perbuatan yang semata-mata karena Allah. sedangkan benar adalah sesuai dengan perintah atau hukum Allah dan hukum syara'. Allah berfirman : وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ  "... Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya." [QS. Al Hasyr : 7] Ciri ciri Ikhlas : 1. Sabar 2. Tidak sombong 3. Tidak riya' 4. Tunduk kepada Allah / kebaikan 5. Tidak mudah berfatwa 6. Tidak mengatakan "saya tidak tahu" Allah berfirman : ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَو...